Salam atau Syzygium polyanthum memiliki beberapa nama lain seperti ubah serai, meselangan (sumatera), samak, kelat samak, serah (maluku) dan manting (jawa). Tanaman salam tumbuh liar di hutan dan di pegunungan atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini tumbuh di Bima sampai ke arah selatan Indonesia. Daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, karbohidrat, tanin, steroid dan triterpenoid.
Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1800 m dpi. Bagian tanaman yang digunakan sebagai pengobatan yaitu daun, buah dan Kulit batang. Khasiat tanaman salam dapat mengobati diare, sakit maag, diabetes, mabuk karena alkohol, kudis dan gatal.
Cara pengobatannya
1. Diare
15 g daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam, setelah dingin disaring lalu diminum.
2. Kencing manis
Sebanyak 7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring dibagi untuk 2 kali minum.
3. Sakit maag
15 sampai 20 lembar daun salam dicuci bersih, rebus dengan an 1/2 liter air sampai mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.
4. Mabuk akibat alkohol
Satu genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, peras dan saring lalu diminum.
5. Kudis dan gatal
Daun atau Kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.